Sabtu, 06 Desember 2008

informasi dan contoh pantun

-pantun merupakan hasil karya sastra melayu yang masih dikembangkan hingga sekarang/puisi lama
-dalam bahasa jawa pantun dikenal dengan parikan dan dalam bahasa sunda dikenal dengan paparikan
-Ciri-ciri pantun:
a.memiliki jumlah baris tiap bait
b.rima
c.jumlah suku kata
-Jenis-jenis pantun:
a.pantun anak-anak
b.pantun muda-mudi
c.pantun jenaka
d.pantun teka-teki
e.pantun nasihat
-syarat-syarat pantun:
1)memiliki bait dan baris
2)tiap bait memiliki baris, terdiri dari empat baris
3)bersajak akhir(rima) dengan pola a-b-a-b
4)jumlah suku kata tiap baris antara 8 sampai 12 suku kata
5)terdiri dari 2 bagian:
A.sampiran:kerap sekali berhubungan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyrakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua [ pada baris 1 dan 2]
B.isi:maksud, tujuan, isi dari pantun itu[ pada baris 3 dan 4]
-fungsi pantun adalah dapat menjaga fungsi kata, menjaga alur berfikir, dan melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar.Dapat juga melatih orang berfikir asosiatif,bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain

Contoh-contoh pantun:
Pantun nasihat
1.Ada persebaya, ada bondan nekat
Membuat orang takut tak bernyawa
Bulan puasa sudah dekat
Mari tingkatkan iman dan takwa

Pantun teka-teki
2.Bentuk bulat, warna hijau luarnya
Agak keras, bukan batu
Warna merah berbiji didalamnya
Buah apakah yang dimaksud itu?

Pantun jenaka
3.Setiap orang punya hak
Dari kecil hingga gede
Mereka tertawa terbahak-bahak
Melihat kakek suka anak SD

Pantun jenaka
4.Empat sehat lima sempurna
Lima sempurna kalau tambah susu
Ku heran melihat joe bagaimana
Sombang sekali nilai dji sam soe

Pantun anak-anak
5.Kakak nyetir ngepot-ngepot
Ban meledak terkena ranjau
Adik nangis, ibu repot
Balon lima pecah satu warna hijau

Tidak ada komentar: